Welcome To My Blog...

12 Apr 2014

PEMPEK ADAAN IKAN ASIN TERI


 
:Bahan :

- 200 gram sagu tani (ayak)
- 1 btr telur
- 1 ons ikan teri ( direndam air panas selama 5 menit supaya asinnya berkurang dan mudah saat digiling) tiriskan , giling halus pakai cobek.
- 3 sdm tepung terigu ,larutkan dg 200 cc / 1 gls air panas.
- bahan pelengkap 2 tangkai daun seledri. 3 tangkai daun bawang.( Iris halus )
- Minyak untuk menggoreng

Bumbu :

- 5 siung bawang putih, 4 siung bawang merah, merica, garam. ( Haluskam semua bumbu )

Cara Membuat :

Campurkan tepung terigu, ikan teri, daun bawang, seledri, telur ayam, bumbu yang sdh dihaluskan uleni adonan pakai tangan hingga tercampur rata, tambahkan sagu sedikit demi sedikit. Aduk terus sampai rata. Kemudian . Panaskan minyak goreng dg api kecil. Setelah panas masukkan adonan pempek bentuk bulatan kecil dg menggunakan 2 sendok makan. Goreng dg minyak yang banyak , hingga adonan habis. Selesai deh. Pempek Adaan siap dihidangkan dg kuah cuko..

Kuah cuko :

Bahan : 1/4 gula aren , 400 cc / 2 gls air, 1 sdt asam jawa larutkan dg air buang ampasnya. 1 sdm gula pasir
Bumbu cuko :
5 siung bawang putih, 10 bh cabe rawit, 1 sdt garam kasar ( semua bumbu dihaluskan

Cara membuat cuko :

Rebus air , tambahkan gula aren, gula pasir, larutan air asam jawan, masak hingga mendidih, setelah mendidih masukkan bumbu Yang sdh dihaluskan. Aduk rata. Matikan kompor. Selesai kuah cukonya dinginkan saring buang ampasnya. Masukkan botol kalo ƍә habis bisa disimpan kulkas tahan 1 minggu .tan


Resep oleh Tuti Yuniarti Adiwirya

Variasi kuah cuko :
alternatif bumbu tambahan untuk kuah cuko,
buat cuko nya tambahin ebi, udang rebon kering yg kecil2 dicuci brsih2 rendam sbentar pke air pnas, trus dgiling dcmpur dgn bhan cuko,, maknyus,,:D

27 Jan 2014

Resep Pukis



bahan : 
350 gr tepung terigu
* 150 gr tepung beras
* 125 gr kentang, kukus, haluskan
* 200 gr gula pasir
* 750 ml(kurleb) santan kental sedang, hangatkan suam2 kuku
* 2 sdt yeast/fermipan
* 150 gr mentega, cairkan
* 2 sdm minyak goreng
* 4 btr telur

Cara membuat

* campur kedua tepung, ayak
* kocok gula dan telur hg rata, masukkan tepung, kentang, fermipan, aduk rata
* tambahkan santan sedikit2 sambil diaduk rata hg licin *santan jgn dituang sekaligus ya takutnya keenceran ntar*
* terakhir masukkan mentega cair, minyak, dan garam
* diamkan adonan kurleb 30 menit hg naik
* panaskan cetakan, olesi minyak
* aduk2 adonan hg busanya hilang, tuang ke dlm cetakan, tutup kembali cetakan
* panggang hg pukis masak, dinginkan lalu beri topping...

30 Okt 2013

5 Amalan Islam Tentang Kesehatan


1. Mandi pagi sebelum subuh atau sekurang-
kurang nya sejam
Rasulullah Saw bersabda:
“Berpagi-pagila h mencari rezeki, karena
berpagi-pagi itu membawa berkah dan
menghasilkan kemenangan. Jangansampai
ayam jantan lebih cerdas darimu.Ia berkokok
sebelum fajar, sementara kamu masih
mendengkur tidur hingga matahari terbit.”
banyak sekali pendapat yang mendukun.
kemudian apa sih manfaatnya ?
Ada 7 manfaat mandi pagi :
1. Mandi pagi mampu melancarkan peredaran
darah.
2. Mandi dengan air dingin akan
meningkatkan sel darah putih
3. Mandi dengan air dingin bias menurunkan
resiko darah tinggi.
4. Mandi dengan air dingin dapat
meningkatkan kesuburan
5. Mandi pagi memperbaiki kesehatan
jaringan tubuh
6.Mandi pagi dengan air dingin dapat
membuat rambut lebihsehat
7.Mandi air dingin berkhasiat meredakan
depresi
8. mengurangi lemak yang terkumpul
Kebiasaan mandi di saat fajar memiliki
pengaruh besar pula bagi kesehatan jaringan
tubuh manusia .Jaringan kulit akan semakin
baik, kulit tidak kering namun kulit akan
menjadi lebih kenyal. Mandi saat fajar juga
berpengaruh pada kejiwaan, kebiasaan
mandi seperti ini memiliki efek relaksasi pada
tubuh.Tubuh akan menjadi lebih rileks dan
pikiran pun menjadi tenang.
2. minum segelas air sejuk
Rasulullah SAW mengamalkan minum segelas
air sejuk ( bukan air es) setiap pagi.
Mujarabnya insyaallah jauh dari penyakit
( susah terserang penyakit )
3. waktu sholat subuh disunahkan bertafakur
bertafakur yaitu sujud sekurang-kurang nya
1 menit selepas membaca doa. dapat
mengelak dari sakit kepala, pening, dan
migran.
penelitian para saintis yang membuat kajian
kenapa dalam sehari perlu sujud. ahli-ahli
telah menemukan beberapa milimeter ruang
udara dalam saluran darah di kepala yang
tidak dipenuhi darah. dengan bersujud maka
darah akan mengalir ke ruang tersebut.
4. melarang makan-makanan darah
bercampur dengan makanan laut.
nabi pernah mencegah kita makan ikan
bersama ayam dalam satu makanan
dikhawatirkan akan cepat mendapat penyakit
ini terbukti oleh saintis yang menemukan
dimana dalam badan ayam mengandung ion+
ve, manakala dalam ikan mengandung ino -
ve, jika dalam suapan ayam bercampur
dengan ikan maka terjadi tindak balas
biokimia yang terhasil yang bisa merusak
usus kita. orang yahudi bahkan sudah
menerapkan yaitu tidak memakan ikan
bercampur dengan ayam.
5. makan dengan tangan kanan
nabi juga mengajarkan kita makan dengan
tangan kanan dan bila habis hendaklah
menjilat jari-jemari. begitu juga para ahli telah
menemukan enzim banyak terkandung di
celah jari. yaitu 10 kali lipat terdapat dalam air
liur.


( Agus Prasetyo )

23 Okt 2013

Rumah Adat Kudus ( Joglo Pencu )

    Konon rumah ini dibangun sebagai upaya pemberontakan terhadap penjajah Belanda.Joglo Pencu, begitu orang-orang menyebutnya. Itu adalah sebutan untuk rumah adat masyarakat Kudus, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Kota Kudus terletak di lereng Gunung Muria, gunung yang membatasi Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati, sekaligus kota yang terletak 50 km dari Semarang, ibu kota Jawa Tengah.

    Joglo pencu dibuat dari 95% kayu jati (Tectona grandis) berkualitas tinggi. Konstruksi bangunannya dibuat bisa bongkar pasang (completely knock down). Tujuannya memudahkan joglo dipindah sekaligus tahan gempa.
Menurut ulasan Nur Said, peneliti joglo pencu penulis buku Tradisi Pendidikan Karakter dalam Keluarga: Tafsir Sosial Rumah Adat Kudus, sejarah joglo pencu tak lepas dari kisah warga Kudus di kawasan Masjid Menara Kudus yang kala itu kebanyakan pedagang.



Gusjigang
    Waktu itu, masyarakat Kudus terkenal dengan istilah gusjigang—berarti ‘bagus, santri, dan dagang’.
Akronim itu mengandung makna, ‘bagus’ dalam tutur kata dan perbuatan, ‘santri’ karena pintar mengaji, dan ‘dagang’ sebagai usaha mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dahulu, kawasan makam Sunan Kudus disebut Kudus Kulon. Artinya kawasan yang berada di daerah sekitar makam Sunan Kudus.
Masyarakatnya masih memegang teguh warisan serta ajaran Sunan Kudus. Kepiawaian Sunan Kudus dalam ilmu agama serta etos kerja dalam berdagang pun menjadi budaya yang mengakar di Kudus Kulon. Dari sinilah kisah joglo pencu lahir.




Perlawanan
    Pada kisaran abad ke-16, Belanda yang sudah masuk wilayah Kudus Kulon menganggap remeh para santri saudagar. Perlakuan itu memicu kaum santri Kudus Kulon untuk memberontak.
Uniknya, pemberontakan itu tidak dilakukan dengan otot, tapi menggunakan cara yang
‘cantik’.
Ya, para santri saudagar melakukan counter cult re terhadap penjajah Belanda dengan membangun sebuah rumah adat yang kaya hiasan ukir indah nan cantik serta konstruksi bangunan yang berundak.
Lewat rumah adat itu mereka ingin menunjukkan bahwa selain pandai mengaji, santri pandai berniaga, berdagang, dan memiliki penghasilan yang tidak sedikit sehingga bisa membangun rumah yang kukuh, megah, dan indah.
Pada awal kemunculannya, joglo pencu sudah dibangun dengan kayu jati tapi tanpa ukiran. Joglo pencu generasi kedua lahir pada abad ke17, dengan tambahan ukiran di beberapa sudut rumah.
Barulah pada generasi ketiga, sekitar abad ke-18, joglo pencu tampak cantik dengan berbagai ornamen ukiran dan hiasan di beberapa ruangan. Sekarang, menurut Nur Said, joglo pencu generasi ketiga dihargai sekitar Rp2 miliar.

Tata ruang
   Keindahan ukiran joglo pencu memang menawan. Seorang warga China, Xiao Li, mengaku belum pernah menemukan rumah adat dari kayu dengan ukiran antik dan tahan lama seperti joglo
pencu.
“Luar biasa indahnya,” kata Xiao Li saat berkunjung ke Kabupaten Kudus bersama rombongan, beberapa waktu lalu.
Ukiran pada joglo pencu memang sangat khas, sekaligus menjadi simbolisasi pemilik rumah.
Konon keistimewaan ukiran joglo pencu tidak lepas dari peran dua ulama keturunan China yang menetap di Kudus sekitar abad ke-15. Mereka tersohor sebagai pelukis kaligrafi Arab dan pemahat, salah satunya bernama Kyai Telingsing (Tee Ling Sing).
Maka itu, ukiran joglo pencu lahir sebagai akulturasi budaya antara Islam, Hindu, China, dan Eropa. Tidak hanya ukiran yang sarat makna, tata ruang joglo pencu pun tak sembarangan dibuat.
Menurut Ahdi Riyono, dosen linguistik dari Universitas Muria Kudus (UMK), model penerimaan tamu pa da rumah adat Kudus ini menganut sistem feodal.
Tamu golongan rakyat jelata hanya diterima di ruang depan atau di bancik pertama, sedangkan tamu dari golongan priyayi, pedagang, atau bangsawan, dipersilakan masuk ke ruang tamu.
“Mereka sebenarnya ingin melakukan pembalasan atas perlakuan tidak enak yang diterima dari penjajah Belanda kala itu itu



Arah hadap
   Rumah adat kudus joglo pencu pun seragam menghadap selatan dan itu juga bukan kebetulan.
Masyarakat Jawa berfalsafah hidup, orang hidup janganlah memangku gunung karena akan memperberat beban kehidupan.
Secara geografis, Gunung Muria memang terletak di utara Kabupaten Kudus. Karena itu, rumah adat kudus tidak dihadapkan ke utara tapi dihadapkan sebaliknya, yakni selatan, supaya penghuni rumah tidak berbeban dalam kehidupan.
Pendapat lain menyuarakan bahwa beberapa rumah adat kudus joglo pencu menghadap utara dengan alasan tersendiri. Itu merupakan pengiblatan Keraton Ngayogyokarto.
Makna lain tersimpan pada bentuk atapnya yang mengerucut dan menjulang tinggi ke angkasa, yakni bahwa orang hidup dan berumah tangga hendaknya selalu mengingat Sang Pencipta.





AKULTURASI BEBERAPA BUDAYA

UKIRAN di rumah adat kudus joglo pencu merupakan akulturasi beberapa budaya, di
antaranya:
·      Ukiran sampar banyu pada pintu dorong di bagian depan rumah. Bentuknya seperti tanaman yang akan tumbuh atau gelombang air. Ukiran itu mengandung makna bahwa sebelum lahir ke bumi, manusia terombangambing seperti air.
·      Di tengah kerai depan juga terdapat ukiran mirip ular bertapa dan berhadapan. Ukiran itu merupakan akulturasi budaya Hindu karena dalam Hindu juga dikenal ular naga yang bermakna lambang dunia bawah
·      Perpaduan ukiran Eropa dan lokal dapat ditemukan pada ukiran bernama nanasnanasan atau sarang lebah di pintu masuk ruang dalam. Jika dibalik, bentuk ukiran itu menyerupai mahkota raja-raja Eropa kala itu.
·      Muatan Islam kentara di antaranya pada pengapit tiang gebyog (pembatas ruang tamu). Di sana terdapat ukiran seperti jari-jari yang sedang bertakbir (gerakan salat berupa mengangkat ke dua tangan sampai setinggi telinga). Ukiran itu mengandung makna sekaligus pengingat bahwa salat merupakan tiang agama.

diambil dr sebuah laman

27 Sep 2013

::~*Do’a Senjata Orang Beriman*~::



Do’a tak mampu mengulang WAKTU, namun mampu membuat KESEMPATAN datang kembali..
Do’a memberikan KEKUATAN kepada orang yang LEMAH..
Membuat orang yang TIDAK PERCAYA menjadi YAKIN..
Memberikan KEBERANIAN kepada orang yang KETAKUTAN..
Sesungguhnya di setiap DO’A Allah memberi JAWABAN..
Setiap KESULITAN Allah memberi KEMUDAHAN..
Setiap KETIDAKMUNGKINAN masih ada KEAJAIBAN..

Harapan untuk memperbaiki masa depan masih terbentang selagi kita tabah dan tidak mudah menyerah.Sekuat apapun godaan yang kita hadapi jangan berhenti berharap pertolongan dari Allah.Harapan adalah sumber kekuatan, do’a adalah pintu kebaikan dan senjata orang beriman.

Oleh karena itu janganlah putus asa jika Allah menunda apa yang engkau inginkan.Tetap bersabar dan tersenyumlah karena Allah berfirman dengan penuh kasih sayang “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”(QS.Al-Insyirah:6)